- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Siap Berangkat 'Retret' Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara
- Ombudsman Banten Serahkan Hasil Kajian Pelayanan Samsat dan Pengawasan Program Sekolah Gratis kepada Gubernur Banten
Menkopolhukam Sentil Bupati Walikota di Banten
Serang – Acara pertemuan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, atau Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan dengan jajaran aparat pemerintahan dan berbagai instansi di Masjid al-Bantani, KP3B, Serang, Banten, Senin pagi (29/2/2016) diwarnai sentilan kepada sejumlah Bupati dan Walikota di Banten yang tidak hadir. Menko mempertanyakan para kepala daerah yang tidak memenuhi undangan Gubernur Banten untuk membahas masalah pemberantasan terorisme dan radikalisme.
“Pemda tingkat dua harus hadir. Ini dari delapan cuma satu-dua yang hadir. Para Bupati dan Walikota seharusnya menghormati Gubernur Banten sebagai atasan mereka, meskipun antara Bupati-Walikota dan Gubernur berbeda partai,” kata Luhut.
Menanggapi hal ini Gubernur Banten Rano Karno mengaku memang sebelumnya Menkopolhukam mempertanyakan siapa saja kepala daerah yang datang. “Pak menteri memang sebelumnya menanyakan kehadiran kepala daerah. Kami sudah menyebarkan undangan,” kata Rano.
Sementara Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku sudah mewakilkan kehadiran dengan Wakilnya Panji Tirtayasa.
Dalam acara ini, sejumlah pejabat daerah dan instansi TNI Polri ramai-ramai curhat tentang permasalahan yang ada di daerah mereka. Menanggapi hal ini, Menko berjanji akan membantu semua wilayah di Banten asalkan kepala daerahnya hadir jika ada undangan acara. (henny)
